Artikel

Pahami tentang Tata Cara Umroh Wanita Haid

Ketika seorang wanita masih dalam usia produktif maka masa haid menjadi salah satu siklus yang memang sangat normal terjadi. Seorang wanita umumnya memiliki siklus haid normal 21 hingga 35 hari dengan lama masa haid sekitar 4 hingga 7 hari pada tiap bulannya. Periode atau siklus yang dimiliki tiap wanita bisa saja berbeda yang mana ada sebagian wanita yang memiliki jadwal haid pada tanggal yangs ama tiap bulannya namun ada pula yang memiliki jadwal maju atau mundur dari tanggal sebelumnya. Sebagai wanita muslim, Anda mungkin berpikir bagaimana tata cara yang tepat untuk melaksanakan umroh wanita haid itu sendiri.

Bila Anda termasuk seorang wanita yang memiliki siklus haid normal dan teratur maka Anda mungkin akan lebih mudah untuk mengatur jadwal keberangkatan umroh yang sekiranya tidak dalam masa periode haid itu sendiri. Namun demikian, hal ini mungkin akan sedikit rumit bagi wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur. Tentunya tak ada yang bisa menebak kapan datangnya masa haid tersebut. Bila kondisi demikian, lantas seperti apa yang bisa dilakukan seorang wanita haid dalam melaksanakan ibadah umrohnya.

Dari rangkaian pelaksanaan ibadah umroh, yang terlarang untuk dilakukan wanita haid adalah menjalankan ibadah sholat dan tawaf di seputar Ka’bah. Karena kedua ibadah tersebut mensyaratkan seseorang harus dalam kondisi suci termasuk dari haid. Sebelum masa keberangkatan umroh, pihak penyelenggara umroh biasanya menyediakan layanan konsultasi dengan dokter untuk mengatur masa haid bagi para calon jamaah perempuan. Hal ini dilakukan guna berkonsultasi apakah perlu melakukan pemajuan ataupun pemunduran masa haid bagi calon jamaah tersebut sehingga bisa tetap menjalankan ibadah umroh sebagaimana jadwal. Konsultasi ini penting untuk dilakukan supaya keputusan yang diambil nantinya tak menimbulkan masalah kesehatan bagi calon jamaan perempuan tersebut.

Bila memang dalam pelaksanaan ibadah umroh, seorang wanita tetap bisa melakukan beberapa rukun umroh selain sholat dan tawaf di seputar Ka’bah. Selain itu, wanita yang sedang berhaid juga bisa melakukan sejumlah kegiatan ibadah untuk menambah pahala seperti:

  • Membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf Alquran
  • Berdoa
  • Perbanyak dzikir dan istighfar

 

Namun demikian, tiap wanita sebaiknya juga memahami bahwa tak semua darah yang keluar dari oragan intim kewanitaan merupakan darah haid karena ada juga hal tersebut merupakan darah penyakit ataupun disebabkan lainnya Dengan demikian, bila darah yang keluar ternyata bukanlah darah haid maka ini dikategorikan sebagai darah istihadhoh yang mana ia hendaklah melakukan mandi dan sholat serta tetap tawaf sebagaimana wanita yang suci. Adanya beberapa ketentuan serta aturan yang berkaitan tentang darah haid hendaknya dipahami dengan baik oleh setiap wanita muslim sehingga ia akan lebih memahami bagaimana aturan serta ketentuan umroh wanita haid yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *